SOSIOLOGI PERUBAHAN DI TAHUN 2019: ANTARA PELAKU PERUBAHAN DAN PENYAKSI PERUBAHAN
Kita Hampir 12 jam Meninggalkan tahun 2019. Ketika tahun 2020 telah berada di ambang pintu, kita pun menyaksikan, bahkan menjadi actor utama mendesign berbagai dekorasi penuh keindahan sebagai penanda ada secercah harapan baru di tahun baru 2020.
Tidak sedikit dinding-dinding facebook, whatsapp, messanger dan email kita yang tidak terisi dengan untaian ucapan indah selamat tahun baru 2020.
Tidak sedikit pula orang, dengan berbagai dalih dan dalil, memperdebatkan legalitas status ucapan itu walaupun bagi sebagian kita menyiratkan doa dan harapan baru di tahun yang dianggap baru itu.
Tentu melalui memo singkat ini, kita tidak ingin masuk dalam wilayah konflik seperti itu.
Tetapi, kita lebih suka merefleksikan sosiologi perubahan di balik kebingungan dari sebagian orang ketika mereka telah berada dalam kisaran tahun yang diangap baru. Apa yang berubah di tahun baru, perasaan saya tidak ada perbedaan dengan tahun sebelumnya, gumam seorang sahib kepada sahabatnya.
Sebenarnya, tahun 2020 ibaratkan sebuah buku yang di dalamnya tertumpuk lembar-lembar demi lembar kosong yang sama sekali belum terdapat goresan tinta pena di atasnya. Andai buku itu berisi 12 belas halaman, maka jumlah halaman dalam jilidan buku itu merefleksikan bulan yang dua belas dalam satu tahun itu.
Sebagai sebuah jilidan yang berisi lembaran kosong, maka diperlukan sang penulis untuk menulis huruf demi huruf, merangkai huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat dan merangkai kalimat menjadi paragraf serta merangkai paragraf hingga menjadi catatan memenuhi lembaran-lembaran itu. Isi rangkaian huruf, kata, kalimat dan paragraf itu sungguh sangat bergantung pada keluasan imajinasi dan kreativitas sang penulis.
Absolutely, sebenarnya detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan hingga menjadi tahun tidak ada perbedaan satu sama lain, antara tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan yang terjadi di masa lalu, yang menjadi sejarah di masa depan tidak ditentukan oleh pergantian detik dan pergantian menit. Juga, tidak oleh pergantian jam, hari, minggu, bulan dan tahun, melainkan ditentukan oleh setiap orang dari kita. Ini, bagi kita, menjadi alasan mendasar bahwa waktu yang sama kuantitasnya diberikan Tuhan kepada semua kita, belum tentu melahirkan hasil yang berkualitas sama.
Kemungkinan peran yang dapat kita lakonkan dalam menyikapi sitausi dari pergantian episode waktu dalan kehidupan ini apakah sebagai pelaku perubahan? sebagai orang yang menyaksikan berbagai perubahan yang terjadi? sebagai orang yang mengalami phobia (kecemasan dan kelhawatiran) akibat perubahan? atau orang yang mengalami euforia (kegembiraan dan kesenangan yang melampaui batas) karena berbagai aneka peristiwa akibat perubahan?
Kita berada dalam deretan yang mana di antara berbagai kemungkinan tadi. Tentu kitalah yang bisa merefleksikan masing-masing.
Sebab, persoalan perubahan dalam kehidupan sangat ditentukan oleh kebebasan kita dalam berkehendak dan kebebasan kita dalam bertindak. Tentu, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kehendak dan kebebasan itu adalah mutlak miliki manusia. Yang pasti, bagi kita, persoalan perbedaan antara tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah persoalan seberapa besar kita punya inisiatif dan motivasi dalam membawa perubahan bagi diri kita? Dan seberapa tinggi tingkat kepeduli kita menyikapi suasana kehidupan dengan berbagai perniknya lalu turut berkontribusi membuat perubahan?
Persoalan perubahan apa yang terjadi bagi kita di tahun 2020 ini adalah persoalan pilihan kita, persoalan agenda apa yang kita proyeksikan untuk mengisi-mengisi lembaran dua belas bulan dalan tahun 2020
Setiap kita memiliki sejarah, kita adalah pelaku sejarah bagi kehidupan masa depan. Apakah kita membawa perubahan dalam varianya yang baim (pisitif) atau sejarah kelam tentang kita di tahun ini bagi generasi kita di hari esok. Kitalah yang menentukan warna apa yang akan kita isi di atas lembaran-lembaran putih yang masih kosong dalam dua belas bulan ke depan? Karena itu, perubahan di tahun ini adalah kita pelakunya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.