Kotabumi- Dandim 0412/LU Letkol Inf Andi Sultan, S.Pd., M.H. hadiri Rakornas pengendalian inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri secara Zoom Meeting, Bertempat di Rumah Dinas Bupati Lampung Utara Jln. Alamsyah Ratu Perwira Negara (RPN) No.1 Kel. Kalapa Tujuh Kec. Kotabumi Selatan Kab. Lampung Utara.
Tampak Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kab. Lampung Utara, H. Budi Utomo, SE.MM., Dandim 0412/LU, Letkol Inf Andi Sultan, S.Pd.,MM., Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, S.H.,S.I.k.,M.I.k., Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Mukzhan S.H., M.H., Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Utara, Nirwanda, S.H.,M.H., Kepala BPS Lampung Utara, Sugaryadi, SE., MM, Kepala dinas perdagangan Lampung Utara, Hendri, SH.MM., Kadishub Lampung Utara, Basirun Ali, SH.MM.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Menegaskan, Pada Minggu lalu presiden meminta saya untuk mengkoreksi inflansi yang karena dampak dari Covid-19, perang Rusia - Ukraina dan berdampak juga dengan Dunia, yang mengakibatkan rantai pasok pangan dunia, gas dan minyak bumi serta keuangan dunia menjadi naik, kenaikan harga barang dan jasa yang membuat biaya hidup masyarakat meningkat. Inflansi bahan pangan dan migas di Indonesia relatif landai, kegunaan APBD yang ada untuk mengaktifkan inflansi Nasional di 34 Provinsi untuk mengendalikan inflansi masing - masing."Ungkap Mendagri".
Kemudian Kepala BPS Nasional Dr. Margo Yuwono, M.Si, menyampaikan, Penyedia data penting yang harus kita himpun bersama - sama sehingga kita dapat data perkembangan harga dan kita akan memantau harga di Kabupaten dan Kota. Peran BPS untuk penyediaan data dan berinteraksi dengan yang lain, perkembangan inflasi global sampai tahun 2022 pada saat ini belum membaik tapi mengalami peningkatan."Terangnya".
Kita harus bijak dalam kenaikan suku bunga dan juga memperlambat inflansi, kita harus menjaga pasokan agar barang dan jasa dapat dipenuhi sehingga Harga dapat dikendalikan. Kita harus waspada kepada kondisi global baik langsung maupun tidak langsung, Inflansi terakhir dapat dilihat dengan kondisi berbagai Negara. Inflansi ada dua yakni inflasi bahan makanan dan inflansi Energi yang bisa berubah sesewaktu waktu, namun harus kita kendalikan sesuai dengan harga global.
Pendorong inflansi bulanan karena harga pangan dan BBM yang meningkat yang tidak stabil pada saat ini. Komoditas pengembangan dan inflasi yang kita perhatikan seperti beras, karena penghasilan hanya dari beberapa wilayah saja. Dan BBM juga menimbulkan infalnsi Karena kebutuhan meningkat dan perlu di pantau karena bobotnya sangat berat dalam inflansi. Untuk pangan terpilih disparitasnya tidak terlalu tinggi karena terkait dengan pergerakan harganya.
Yang kami rekomendasikan yakni Masing- masing daerah perlu memantau harga walau bobotnya yang tidak terlalu tinggi dan disparitas diberbagai daerah yang kita produksi dan yang bukan kita produksi. Berbagi peran monitoring perkembangan harga di seluruh kabupaten/kota dan 20 komoditas pangan yang wajib kita pantau karena disekitarnya yang tinggi. Dismenasi kinerja pengendalian inflasi dilakukan secara berkala dalam rangka program pengendalian inflasi dengan cara melakukan kolaborasi khusus pada penyediaan data pengolahan dan analisis."Tandasnya".
Kemudian Penyampaian Kepala bahan pangan nasional Arief Prasetyo Adi, ST.,MT menuturkan, Kita akan membuat jalur distribusi penanganan dan operasi pasar menggunakan tata niaga yang ada. Nanti kita undang kadis kadis, pedagang dan produksi, sehingga petani tidak kapok untuk bertani dan masyarakat dapat harga yang baik dan kita harus perhatikan kebutuhan pada pengelola dengan tidak menekan.
Modernisasi stok dan harga untuk sama menyerap sehingga kesediaan kita terjaga dan dialokasikan ke daerah yang di perlukan, Himbauan untuk belanja bijak baik uang atau pangan sesuai kebutuhan kita masing- masing biar tidak terjadi kekosongan stok dipasaran. Menggunakan teknologi yang baik dalam Penen dan pengelolaan bahan pangan."Paparnya".
Kepala Pertanian Nasional, Prof. dr. Dedi. S berpendapat, Berdasarkan data kita tahun ini bahan pangan untuk ke depan cukup aman, komoditas seperti beras, cabe dan bawang harus kita tingkatkan. Tingkat inflasi kita saat ini masih sangat baik dari negara yang lain, komoditas pertanian yang inflansi seperti Beras, bawang, cabe, telor minyak goreng dan ikan menurut data pada bulan September ini. Berdasarkan data ada bahan pangan yang bermasalah diproduksi yang perlu kita perhatikan seperti cabe dan bawang.
Khusus untuk Beras panen mengalami kenaikan dari tahun lalu dan ini juga terdampak inflasi juga, strategi kami ke depannya yakin, Pengendalian inflasi itu sendiri, Olahan bahan pangan lokal, Substitusi impor, Peningkatan ekspor."Jelasnya".
Kemudian Penyampaian Kasum TNI, Letjen TNI Eko margiyono mengungkapkan, Sesuai tujuan pokok, kami menghimbau terkait TNI yang ada di daerah untuk menjaga inflansi, apa pun kegiatan yang melibatkan TNI kami akan senang hati membantu Pemerintah Daerah dalam hal ketahanan pangan, kami siap membantu dalam mengatasi penimbunan yang ada di daerah. Kami TNI siap membantu pengendalian inflasi Daerah yang terjadi di daerah daerah."Jelas Kasum TNI".
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto juga mengatakan, Kami Polri siap untuk membuat kegiatan pemerintahan daerah dalam pengendalian inflasi yang ada di daerah daerah, Mempercepat proses penanaman lahan tidur dan penanaman bahan pangan pokok dipekarangan. Memperkuat sinergis bersama pemerintah daerah setempat dan kami dari pihak Polri siap untuk membantu pihak pemerintah daerah."Sebutnya".
"Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi dan mengecek kestabilan kebutuhan pangan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia agar dapat terkendali dengan baik di lingkungan masyarakat"#red.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.