26 Oktober 2022

Danramil 01 dan 05 Wilayah Tubaba Hadiri Lintas Sektor Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Manusia.


Tuba Tengah- Danramil 412-01/TBT Kapten Inf Jauhari dan Danramil 412-05/TBU Kapten Inf M. Latif mengikuti pertemuan koordinasi lintas sektor dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat. 


Bertempat di Home Stay Tirta Tiyuh Tirta Makmur Kec. Tulang Bawang Tengah Kab.Tulang Bawang Barat


Sambutan PJ Bupati di Sampaikan Oleh Kadis Perlindungan Perempuan dan Anak. Assalamualaikum.Wr.Wb, Mengawali sambutan ini, saya sampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang telah menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2022.


Harapannya, Kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, menambah pengetahuan, meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam pencegahan dan pelayanan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO secara komprehensif, kompeten, efektif dan efisien bagi Unit Pelaksana Teknis dan lintas sektor terkait di bidang perlindungan Perempuan dan Anak beserta jejaring kerja dalam pencegahan KtPA dan TPPO.


Kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan anak selalu menjadi permasalahan yang serius dan menjadi isu strategis dalam pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat, untuk itu pertemuan koordinasi lintas sektor Pencegahan KIPA dan TPPO, merupakan pendekatan yang tepat dalam upaya merespon kompleksitas permasalahan perlindungan perempuan dan anak khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat.


Kegiatan ini merupakan langkah yang strategis dalam upaya penguatan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Bagi Perempuan dan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Tingkat Daerah Kabupaten dan terwujudnya jalinan kerjasama, koordinasi yang baik antar lembaga penyedia layanan serta mensinergikan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang komprehensif, kompeten, efektif dan efisien.


Oleh karena itu, saya berharap agar seluruh peserta menunjukkan kesungguhannya dalam mengikuti pertemuan ini, sehingga nantinya dapat mengembangkan wawasan dan kemampuan manajerial dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan maupun perlindungan terhadap perempuan dan anak serta dapat mengimplementasikan tugas terkait pencegahan dan pemberian layanan bagi korban KIPA dan TPPO.


Kepada para narasumber, kami mengucapkan rasa terimakasih, harapan kami kiranya dapat memberikan ilmu, pengetahuan serta memberikan pembinaan kepada kami, sehingga kami memiliki bekal yang cukup dan memadai dalam pencegahan dan penanganan kasus KtPA dan TPPO secara baik dan komprehensif."tandasnya".


"Tujuan dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dalam Pencegahan KtPA dan TPPO tersebut adalah sebagai upaya pemerintah kabupaten Tulang Bawang Barat dalam menekan Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan anak serta Tindak Pidana Penjualan Orang di Wilayah Kabupaten Tulang Bawang".


"Kegiatan tersebut adalah sebagai mengembangkan wawasan dan kemampuan manajerial dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan maupun Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak".


Tampak Hadir Dalam Kegiatan.Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Munyati.S.Pd.MM., Kejari Tulang Bawang Barat di Wakili Oleh Kasi Pidum Slamet, SH.,MH, Kadis BPBD Pemkab Tulang Bawang Barat Nisom Kadir.SH.MM., Ketua MUI Tulang Bawang Barat KH.Drs.Muhyidin Pardi., Para Narasumber, Direktur Lembaga Pemerhatian Hak Perempuan dan Anak Provinsi Lampung Tonny Fisher, Tim Profesi UPTD PPA Provinsi Lampung Rini Larasati.M.Pd., Danramil 412-01/TBT dan Danramil 412-05/TBU, Kapten Inf Jauhari dan Kapten Inf.M.Latif, Kaban Kesbangpol Pemkab Tulang Bawang Barat di Wakili Oleh Kabid Idologi Wawasan Ketahanan Ekonomi Sosial,Budaya dan Agama Sofiatul Mardiah.S.Pd., Para Camat Se-kabupaten Tulang Bawang Barat, Ketua LPAI Tubaba Sahrudin Nur.SE., Perwakilan Persit Koramil 412-01/TBT dan Koramil 412-05/TBU., Perwakilan Bhayangkari Polres Tulang Bawang Barat dan Para Tamu Undangan yang hadir dalam kegiatan -+ 50 Orang.#red.

25 Oktober 2022

Dandim 0412/LU Letkol Inf Andi Sultan, S.Pd., M.H. hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah Secara Zoom Meeting.

 


Kotabumi- Dandim 0412/LU Letkol Inf Andi Sultan, S.Pd., M.H. hadiri Rakornas pengendalian inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri secara Zoom Meeting, Bertempat di Rumah Dinas Bupati Lampung Utara Jln. Alamsyah Ratu Perwira Negara (RPN) No.1 Kel. Kalapa Tujuh Kec. Kotabumi Selatan Kab. Lampung Utara.


Tampak Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kab. Lampung Utara, H. Budi Utomo, SE.MM., Dandim 0412/LU, Letkol Inf Andi Sultan, S.Pd.,MM., Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, S.H.,S.I.k.,M.I.k., Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Mukzhan S.H., M.H., Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Utara, Nirwanda, S.H.,M.H., Kepala BPS Lampung Utara, Sugaryadi, SE., MM, Kepala dinas perdagangan Lampung Utara, Hendri, SH.MM., Kadishub Lampung Utara, Basirun Ali, SH.MM.



Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Menegaskan, Pada Minggu lalu presiden meminta saya untuk mengkoreksi inflansi yang karena dampak dari Covid-19, perang Rusia - Ukraina dan berdampak juga dengan Dunia, yang mengakibatkan rantai pasok pangan dunia, gas dan minyak bumi serta keuangan dunia menjadi naik, kenaikan harga barang dan jasa yang membuat biaya hidup masyarakat meningkat. Inflansi bahan pangan dan migas di Indonesia relatif landai, kegunaan APBD yang ada untuk mengaktifkan inflansi Nasional di 34 Provinsi untuk mengendalikan inflansi masing - masing."Ungkap Mendagri".


Kemudian Kepala BPS Nasional Dr. Margo Yuwono, M.Si, menyampaikan, Penyedia data penting yang harus kita himpun bersama - sama sehingga kita dapat data perkembangan harga dan kita akan memantau harga di Kabupaten dan Kota. Peran BPS untuk penyediaan data dan berinteraksi dengan yang lain, perkembangan inflasi global sampai tahun 2022 pada saat ini belum membaik tapi mengalami peningkatan."Terangnya".


Kita harus bijak dalam kenaikan suku bunga dan juga memperlambat inflansi, kita harus menjaga pasokan agar barang dan jasa dapat dipenuhi sehingga Harga dapat dikendalikan. Kita harus waspada kepada kondisi global baik langsung maupun tidak langsung, Inflansi terakhir dapat dilihat dengan kondisi berbagai Negara. Inflansi ada dua yakni inflasi bahan makanan dan inflansi Energi yang bisa berubah sesewaktu waktu, namun harus kita kendalikan sesuai dengan harga global.


Pendorong inflansi bulanan karena harga pangan dan BBM yang meningkat yang tidak stabil pada saat ini. Komoditas pengembangan dan inflasi yang kita perhatikan seperti beras, karena penghasilan hanya dari beberapa wilayah saja. Dan BBM juga menimbulkan infalnsi Karena kebutuhan meningkat dan perlu di pantau karena bobotnya sangat berat dalam inflansi. Untuk pangan terpilih disparitasnya tidak terlalu tinggi karena terkait dengan pergerakan harganya.


Yang kami rekomendasikan yakni Masing- masing daerah perlu memantau harga walau bobotnya yang tidak terlalu tinggi dan disparitas diberbagai daerah yang kita produksi dan yang bukan kita produksi. Berbagi peran monitoring perkembangan harga di seluruh kabupaten/kota dan 20 komoditas pangan yang wajib kita pantau karena disekitarnya yang tinggi. Dismenasi kinerja pengendalian inflasi dilakukan secara berkala dalam rangka program pengendalian inflasi dengan cara melakukan kolaborasi khusus pada penyediaan data pengolahan dan analisis."Tandasnya".


Kemudian Penyampaian Kepala bahan pangan nasional Arief Prasetyo Adi, ST.,MT menuturkan, Kita akan membuat jalur distribusi penanganan dan operasi pasar menggunakan tata niaga yang ada. Nanti kita undang kadis kadis, pedagang dan produksi, sehingga petani tidak kapok untuk bertani dan masyarakat dapat harga yang baik dan kita harus perhatikan kebutuhan pada pengelola dengan tidak menekan.


Modernisasi stok dan harga untuk sama menyerap sehingga kesediaan kita terjaga dan dialokasikan ke daerah yang di perlukan, Himbauan untuk belanja bijak baik uang atau pangan sesuai kebutuhan kita masing- masing biar tidak terjadi kekosongan stok dipasaran. Menggunakan teknologi yang baik dalam Penen dan pengelolaan bahan pangan."Paparnya".


Kepala Pertanian Nasional, Prof. dr. Dedi. S berpendapat, Berdasarkan data kita tahun ini bahan pangan untuk ke depan cukup aman, komoditas seperti beras, cabe dan bawang harus kita tingkatkan. Tingkat inflasi kita saat ini masih sangat baik dari negara yang lain, komoditas pertanian yang inflansi seperti Beras, bawang, cabe, telor minyak goreng dan ikan menurut data pada bulan September ini. Berdasarkan data ada bahan pangan yang bermasalah diproduksi yang perlu kita perhatikan seperti cabe dan bawang.


Khusus untuk Beras panen mengalami kenaikan dari tahun lalu dan ini juga terdampak inflasi juga, strategi kami ke depannya yakin, Pengendalian inflasi itu sendiri, Olahan bahan pangan lokal, Substitusi impor, Peningkatan ekspor."Jelasnya".


Kemudian Penyampaian Kasum TNI, Letjen TNI Eko margiyono mengungkapkan, Sesuai tujuan pokok, kami menghimbau terkait TNI yang ada di daerah untuk menjaga inflansi, apa pun kegiatan yang melibatkan TNI kami akan senang hati membantu Pemerintah Daerah dalam hal ketahanan pangan, kami siap membantu dalam mengatasi penimbunan yang ada di daerah. Kami TNI siap membantu pengendalian inflasi Daerah yang terjadi di daerah daerah."Jelas Kasum TNI".


Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto juga mengatakan, Kami Polri siap untuk membuat kegiatan pemerintahan daerah dalam pengendalian inflasi yang ada di daerah daerah, Mempercepat proses penanaman lahan tidur dan penanaman bahan pangan pokok dipekarangan. Memperkuat sinergis bersama pemerintah daerah setempat dan kami dari pihak Polri siap untuk membantu pihak pemerintah daerah."Sebutnya".


"Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi dan mengecek kestabilan kebutuhan pangan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia agar dapat terkendali dengan baik di lingkungan masyarakat"#red.

24 Oktober 2022

Harga Singkong di Lampura Kadang Naik Kadang Turun, Forkopimda Ambil Langkah.

 


Kotabumi- Dandim 0412/LU Letkol Inf Andi Sultan, S.pd., M.H. menghadiri kegiatan pertemuan antara Asosiasi Petani Singkong Dengan pihak Perusahaan Pengolahan Singkong di Wilayah Kab. Lampung Utara yang di Fasilitasi oleh Forkopimda  Kab. Lampung Utara, bertempat di Ruang Rapat Bupati  jln. Jend. Sudirman No. 01 Kel. Kota Gapura Kec. Kotabumi Kab. Lampung Utara pada Senin, 24/10/2022. Siang.


Pembukaan Rapat yang disampaikan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Lampung Utara, Sopian, S.P., M.M. mengutarakan, Pertemuan kita Hari ini untuk membahas tentang harga singkong di wilayah kab. Lampung Utara yang akan Fasilitasi oleh Forkopimda Kab. Lampung Utara. kita bahas dengan dengan Forkompinda secara lengkap untuk pembahasan harga singkong tersebut.


Harapan kita semua bahwa hasil rapat dapat mengambil keputusan yang sesuai yang kita harapkan bersama."Jelas Bapak Sopian, S.P., M.M.".


Penyampaian dari perwakilan petani singkong yang disampaikan oleh ketua Asosiasi Risky Abung. Saya mengucapkan terimakasih sudah mengundang kami untuk hadir di Kantor Bupati Lampung Utara. Permasalahan Harga Singkong ini ± 3 tahun namun sampai hari ini belum ada yang memberikan solusi terbaik terhadap masyarakat Lampung Utara."Kata Ketua Asosiasi Bapak Risky Abung".


Lanjutnya,  Kepada Forkompinda Kab. LU dan Dinas terkait agar dapat memberikan tanggapan dan solusi apa yang menjadi harapkan kami.  Kemudian Kepada Dinas pertanian Sejauh mana peninjauan terhadap ketersediaan pupuk, alat pertanian serta obat-obatan yang terkait dengan pertanian. sampai saat ini kami dari asosiasi petani sangat susah untuk mendapatkan barang-barang tersebut."Ungkapnya".


Ketua Asosiasi pun menambahkan, Kepada Dinas PUPR Sejauh mana pengawasan terhadap lalu lintas kendaraan dari perusahaan yang melintasi jalan yang ada di Wilayah Kab. Lampung Utara yang saat ini banyak mengalami kerusakan. Dan Kami mengharapkan pertemuan dengan Kadis lingkungan hidup untuk membahas masalah pencemaran yang diakibatkan oleh limbah pabrik yang ada di Wilayah Kab. Lampung Utara."Terangnya lagi".


Kepada Kabag ekonomi, sudah sejauh mana perkembangan ekonomi yang terjadi di Kab. Lampung Utara. Kepada bapak Wakil Bupati 

Beban sangatlah berat karena banyaknya masalah yang terjadi di Lampung Utara. Terima kasih kepada Anggota DPRD Lampung Utara yang sudah membantu dan memfasilitasi petani singkong Lampung Utara."Terang Ketua Asosiasi".


Hal tersebut juga ditanggapi oleh Kadis Perdagangan Bapak Hendri, S.H.,M.M.

mengatakan,  Kita sudah mengambil langkah formal berkordinasi dengan pemerintah Provinsi untuk memperbaiki harga singkong yang sangat merosot di lampung.  Kami sudah berkordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk menaikkan harga singkong, akan tetapi singkong ini tidak ada harga HET dari pusat."Katanya".


Kenaikan harga BBM yang terjadi telah berdampak pada daya beli Perusahaan/Masyarakat. Dalam waktu dekat Bapak Gubernur akan mengundang kita untuk membahas masalah harga singkong."Tandasnya".


Tanggapan Kadis pertanian Kab. Lampung Utara Menyampaikan, Belum ada pembatasan untuk pupuk bersubsidi akan tetapi petani harus mengajukan permintaan pupuk melalui kelompok Tani, akan tetapi kebutuhan pupuk tidak sesuai dengan yang di butuhkan. Regulasi terbaru pupuk subsidi ada dua macam yaitu Pupuk UREA dan NPK, Singkong tidak masuk dalam menggunakan Pupuk Subsidi. diluar dari kedua pupuk tersebut diberlakukan harga umum."Ungkap Kadis Pertanian".


Kemudian Tanggapan Kabag ekonomi menuturkan, Langkah-langkah yang telah kami ambil, Menjaga keterjangkauan harga. Terkait pasokan, Kelancaran Distribusi, dan  Kordinasi dengan Efektif. Kemudian Sektor pertanian di Lampung Utara sebagian besar adalah petani singkong."Ujarnya".


Tanggapan Kabag Hukum Menyampaikan, Kami dari bagian hukum bukan untuk membuat produk hukum, dalam hal ini petani singkong tidak bisa untuk berdiri sendiri. Masih ada peluang untuk membuat produk hukum dengan duduk bersama dengan cara kemitraan antara petani dengan pemerintah."Terangnya".


Selanjutnya, Tanggapan dari pihak perusahaan BW. Mengatakan, Dinas Perdagangan bahwasanya petani singkong, semuanya dalam forum sama ini terkait dengan seperti yang disampaikan manajemen yang mana tepung kita kalah bersaing dengan negara Thailand. "Ungkapnya".


Kemudian untuk itu kita juga menyikapi ini kerja sama dengan Unila terutama untuk falsafah ini gimana caranya falsafah ini bisa kualitasnya. lebih sedikit kita mudah- mudahan tahun depan itu berdiri untuk laporan itu yang di kita lakukan. jadi mohon maaf kalau kita belum bisa mengangkut  mobil dari rekan-rekan semuanya. jadi untuk harga kita masih mengacu harga pasar pak.!, jadi akan kita masuk kesepakatan dengan Bapak Gubernur yaitu 900."Terangnya".


Lanjutnya, Perijinan dan pajak kami melaksanakan semua ketentuan yang berlaku, dan kami juga sudah dibawah pengawasan oleh kementerian lingkungan hidup."Lengkapnya".


Tanggapan PT. Sinar Laut, Kami membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Limbah kita sampai saat ini tidak bermasalah dengan masyarakat. Dari segi timbangan kami siap untuk diperiksa oleh pihak yang berwenang. Dan, Tepung masih menumpuk di gudang sehingga membuat produksi melebihi kapasitas yang ada, sehingga membuat harga turun."Jelasnya".


Kemudian Tanggapan Ketua DPRD Lampung Utara mengatakan, Permasalahan singkong ini sudah kami fasilitasi di DPRD Kab. Lampung Utara akan tetapi kami mengalami banyak kendala. Kami berharap rapat pada hari ada keputusan yang berpihak kepada petani singkong, dan tidak memberatkan perusahaan singkong.  Inilah momentum kita untuk meningkatkan pendapatan di Kab. Lampung Utara untuk mendapatkan standarisasi yang dihasilkan pada rapat hari ini."Jelas Ketua DPRD".


Dikesempatan itu, Tanggapan Kapolres Lampung Utara juga mengatakan, Apa yang sudah dilakukan kita kawal bersama-sama sesuai dengan Tupoksi. Masalah kendaraan dan Tonase yang dilewati karena adanya beberapa ruas jalan masih dalam perawatan sehingga kendaraan dapat melewati jalan yang semestinya tidak dapat dilewati. Kami membuka ruang untuk berkerjasama antar petani singkong dan pengusaha singkong agar dapat terjalin dengan baik."Tutur Kapolres".


Kemudian Tanggapan Kajari Lampung Utara.Saya berbicara sesuai dengan Persefektif hukum, setiap sektor bagian masing-masing, Kita mengambil suatu keputusan harus dapat menampilkan data, tanpa data kita akan kalah. Kami penegak hukum sangat terbatas, maka kami sangat membutuhkan dukungan dari kita semuanya."Ungkap Kajari".


Dikesempatan itu Dandim 0412/LU Letkol Inf Andi Sultan, S.Pd., M.H., juga memberikan masukan, Harapan saya selaku Dandim mengutamakan fokus tentang singkong mohon jangan melebar kemana-mana. Mari kita sikapi bersama-sama dengan rapat ini membuat suatu kesimpulan. 


Apabila pihak perusahaan tetap bertahan dengan ketentuan saat ini maka tidak akan ada titik temu. Terkait timbangan dan premanisme saya berkomitmen dengan Forkopimda untuk menindaklanjuti apa yang terjadi di lapangan sehingga tercipta situasi yang Kondusif di wilayah Kab. Lampung Utara."Jelas Dandim".


Kemudian Tanggapan Ka Kimal Lampung.

Masalah harga, itu sudah ada ketentuan dari Gubernur yang mana harga tersebut harga terendah Rp.900,- jadi tidak boleh dibawa ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya. Masalah potongan tersebut dibuatkan Regulasi atau ketentuan untuk melaksanakan Pemotongan timbangan."Ungkap Kakimal".


Tanggapan wakil Bupati Lampung Utara, Ardian Saputra, SH. Saya tanggapi beberapa kali setiap rapat Owner perusahan tidak pernah hadir memenuhi undangan, jangan menganggap diri bersih sehingga mengesampingkan undangan yang dikirim sehingga menghadirkan yang tidak punya hak dan tidak mampu memberi solusi.


Dengan rapat ini saya sampaikan kepada pihak perusahaan agar merespon apa yang telah dibahas dalam rapat, sehingga kita mendapatkan kesimpulan dalam sebuah rapat. Sampaikan kepada pimpinan perusahaan agar melaksanakan perbaikan masalah harga singkong, yang mana menjadi tuntutan dari petani singkong.


Sekali lagi saya sampaikan agar pihak perusahaan dapat merespon terhadap hasil rapat."Tegas Wabup Kab Lampura".


"Untuk harga Singkong saat ini masih menggunakan harga yang sesuai dengan keputusan Gubernur yang mana harga terendah Rp.900. Dalam waktu dekat akan ada pembahasan dengan pemerintah Provinsi untuk menindak lanjuti harga singkong yang mana harga singkong saat ini sudah tidak sesuai dengan biaya Produksi petani".


Tampak Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lampung Utara, Ardian Saputra, SH., Ketua DPRD Lampung Utara, Wansori, SH., Dandim 0412/LU, Letkol Inf Andi Sultan, S.pd., MH., Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, SH., S.Ik., M.Ik., Ka Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Mukhzan, SH., M.H., Ka Kimal Lampung, Letkol Mar Herman Sobli, A.md., Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Lampung Utara, Sopian, S.P., M.M., Kepala Dinas Perdagangan Kab. Lampung Utara, Hendri, S.H.,M.M., Kepala Dinas Pertanian Kab. Lampung Utara, Ir. Wahab, MM., Kabag ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Kab. Lampung Utara, Anom Sauni., Kabid Perdagangan Kab. Lampung Utara, Suprawati., Kasi Pendaftaran dan  Kewirausahaan, Cyintia Marisa, SE., Perwakilan PT. Sinar Laut. Kapten Purn Alimin, Kapten Purn Subardi, Perwakilan BW Grup. Sartono, Ersanto, Pendi, Asosiasi petani singkong yang diketuai oleh Risky Abung. Anggota, Ade Chandra, M.Fajar Santoso,  Merwan dan Rendra.#red.

Dandim 0412/LU diwakili oleh Kapten Inf Jauhari hadiri Vicon Bersama Kemendagri dalam Rangka Pengendalian Inflasi di RI.

 


Panaragan- Dandim 0412/LU yang diwakili oleh Danramil 412-01/TBT Kapten Inf Jauhari menghadiri kegiatan Vicon (Zoom Meeting) Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama Kemendagri dalam Rangka Pengendalian Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu (Inflasi) di Indonesia.


Bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Tulang Bawang Barat Jl. Jendral Sudirman Tiyuh (Desa) Panaragan Kec.Tulang Bawang Tengah Kab. Tulang Bawang Barat pada Senin, 24/10/2022. Pukul 08.00 waktu setempat.


Sambutan dan Penyampaian Kemendagri Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A.,Ph.D. Dalam rakor ini adalah sebagai upaya kita semua dalam kerja kita sebagai Pemerintah yang dalam hal Sektor Kerja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk Pengendalian Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu (Inflasi).


Inflasi ini berdampak di seluruh dunia yang di akibatkan dari beberapa penyebab Akibat Krisis Global yaitu Pandemi Covid-19 dan Perang Dunia Rusia - Ukraina serta penyebab lainnya dan untuk pengendalian Inflasi dan stabilisasi di tingkat Daerah tentunya daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan optimalisasi dalam pengendalian Inflasi ini,  dengan mengambil langkah-langkah strategis.


Agar untuk menjaga ketersediaan pasokan keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, dan mendukung kelancaran distribusi serta stabilitas perekonomian di daerah dibutuhkan dukungan dan langkah-langkah strategis dari seluruh kepala daerah. Penyebab inflasi karena banyak faktor di antaranya permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa.


Sehingga membuat harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan Bahwa dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian di daerah dan mengatasi permasalahan ekonomi sektor riil serta menjaga stabilitas harga barang dan jasa yang terjangkau oleh masyarakat,


Tujuan dari Rakor Oleh Kementerian Dalam Negeri kepada pihak pemerintah Daerah Kabupaten/Kota tersebut adalah sebagai upaya dalam hal terkait optimalisasi dalam pengendalian Kenaikan harga barang. dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu (Inflasi). terutama dalam bidang perekonomian Global atau Dunia yang akan berdampak kepada kepada masyarakat di negara Indonesia.


Penyebab inflasi adalah adanya permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehingga membuat harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan.


Tampak Hadir dalam kegiatan Tersebut PJ. Bupati Tulang Bawang Barat di wakili Oleh Sekdakab Tulang Bawang Barat Ir.Nopriwan Jaya.SP., Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot.P.Silalahi.S.Ik.MM, Dandim 0412 LU diwakili Danramil 412-01/TBT Kapten Inf Jauhari, Asisten I Pemkab Tulang Bawang Barat Dra. Bayana, M.,Si., Kasat Intelkam Polres Tulang Bawang Barat Iptu. Despian Riandi SH, Para Ka.OPD Pemkab Tulang Bawang Barat.#red.